Sosial Media
0
News
    Home Berita

    Ratusan Siswa PSHT Cabang Mojokerto Ikuti UKT Sabuk Hijau ke Sabuk Putih Gelombang Pertama

    2 min read


    Penulis : Muhtadi Abdullah | Editor : Muhtadi Abdullah | Photo : Humas PSHT Cabang Mojokerto

    Mojokerto – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Mojokerto kembali melaksanakan program pembinaan rutin melalui Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hijau ke Sabuk Putih gelombang pertama. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses pendidikan dan pengkaderan siswa PSHT sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.

    UKT gelombang pertama ini diikuti oleh 348 siswa yang berasal dari sejumlah ranting di wilayah Cabang Mojokerto Raya, yaitu Ranting Jetis, Dawarblandong, Gedeg, Kemlagi, Kranggan, Magersari, dan Prajuritkulon. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dan disiplin tinggi sebagai wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri dan organisasi.

    Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hijau ke Sabuk Putih merupakan tahapan yang sangat menentukan bagi siswa PSHT. Pada tahapan ini, peserta tidak hanya diuji dari segi kemampuan teknik pencak silat, namun juga ketahanan fisik, kesiapan mental, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap ajaran dan nilai-nilai luhur Persaudaraan Setia Hati Terate. Hal ini sejalan dengan tujuan PSHT dalam membentuk manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    Selama pelaksanaan UKT, para siswa menjalani berbagai rangkaian materi ujian yang telah ditetapkan. Seluruh proses ujian dilaksanakan dengan tertib, aman, dan lancar di bawah pengawasan langsung pengurus cabang, dewan pengesah, serta pelatih yang telah ditunjuk. Panitia juga memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan peraturan organisasi dan mengedepankan keselamatan peserta.

    Pengurus PSHT Cabang Mojokerto dalam sambutannya menegaskan bahwa UKT bukan sekadar proses administratif untuk kenaikan sabuk, melainkan sarana pembinaan karakter dan mental. Sabuk Putih, menurutnya, merupakan simbol tanggung jawab yang besar, karena siswa dituntut untuk mampu menjaga sikap, perilaku, dan nama baik PSHT di tengah masyarakat.

    “Ujian ini adalah bagian dari pendidikan mental dan moral. Setelah menyandang Sabuk Putih, siswa diharapkan mampu mengamalkan ajaran PSHT dalam kehidupan sehari-hari, menjunjung tinggi persaudaraan, serta menjadi teladan yang baik di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.


    Melalui pelaksanaan UKT Sabuk Hijau ke Sabuk Putih gelombang pertama ini, PSHT Cabang Mojokerto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan dan kaderisasi. Diharapkan para siswa yang dinyatakan lulus nantinya dapat tumbuh menjadi pesilat yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara mental dan spiritual, serta mampu berperan aktif dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di masyarakat.

    Kegiatan UKT selanjutnya direncanakan akan dilaksanakan pada gelombang berikutnya sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh PSHT Cabang Mojokerto.

    Komentar
    Additional JS